-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

HIPSI Aceh Hadirkan Para Pakar Hidupkan Semangat Santri Preneur

Sabtu, 04 Februari 2023 | 06.19 WIB | Last Updated 2023-02-04T14:19:16Z
Banda Aceh – DPW  Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Aceh gelar kajian dengan tema "Ekonomi Syariah di Aceh dan Peluang Santri Preneur, di Warkop Kupi Nanggroe, Jln. MR. Hohd Hasan, Suka Damai, Banda Aceh, Sabtu, 4 Februari 2023.

Tgk. Muhammad Balia, S, I.Kom,. S.H, Ketua DPW HIPSI Aceh menyampaikan ini merupakan kajian bulanan HIPSI Aceh sebagai ajang silaturrahmi dan evaluasi berbagai program kerja.

Di antara ikhtiar  terwujud-nya Santri Entrepreneur  mendirikan  Koperasi Skunder HIPSI, dengan adanya koperasi nantinya ada kreasi bidang produksi, juga untuk memperluas pasar.

Kadis Disbudpar Aceh, Almuniza Kamal SSTP M.Si, mengatakan kalau di Bali ada alam dan budaya-nya, di Jogja juga dengan kekhususannya. Di Aceh distinasinya ada pada keislaman menjadi tujuan utamanya para wisatawan.
Tapi permasalahannya, kita banyak situs ada jejak otentik, tapi masih minim narasi, sementara di  luar Aceh, kaya narasi.
Misal, kami di  Disbudpar Aceh membantu pugar makam ulama Aceh untuk menambah daya tarik para wisatawan, yang tentunya membuka peluang dari berbagai UMKM di Aceh.

Kajian yang dihadiri puluhan pengurus HIPSI Aceh menghadirkan pemateri ahli bidang UMKM, Dr Iskandarsyah Majid, SE., MM.Direktur Umkm Center USK dan juga
Dosen Senior di USK membahas tentang "Membaca Peluang Masa Depan Ekonomi Aceh; Quo Vadis Santri Runtreperner Aceh" 
Diantara yang disampaikan oleh Dr Iskandaar Pembina HIPSI tersebut, “Bicara Santri Preneur itu susah, apalagi santrinya tidak mau, tantang, direktur UMKM Center Univ. Syiah Kuala
Mengubah mindset atau pola pikir, seolah santri ketika berbaur dengan masyarakat, hanya jadi pendakwah dan ceramah saja, padahal usaha yang benar sesuai syariat islam juga ibadah dan dakwah.
“Kita harus bangun dan sadar, dulu melamar boleh bawa roti kabin, mertua sekarang ada juga yang berharap mantunya bawa doble cabin.” canda pakar UMKM ini.

Tgk H Muhammad Yusuf A Wahab, Ketua Pembina DPW HIPSI Aceh, memperkuat sejumlah narasi yang dibangun oleh beberapa pemateri, di antaranya;
HIPSI jangan hanya rapat kerja, kalau ditanya kerja, iya kerjanya hanya rapat dan rapat lagi, tidak ada action, jangan berhenti di wacana dan rencana saja.
Santri Prenur juga harus ada target,  jangan kalah cepat, jika tidak, maka cepat kalah. 
Dan kita mesti bangun kekuatan kolektif, karena sebelum ada HIPSI mereka sudah jalan dengan usahanya secara individual.

Acara yang dimoderatori oleh Tgk H Mulyadi Nurdin, Lc., MA dihadiri oleh sejumlah tokoh berlatar belakang santri, diantaranya Prof. H Syamsul Rijal, MA, Tgk Mustafa Husen Woyla, Tgk H Umar Rafsanjani, Dr Teuku Zulkhairi,Walidy Bustamam Usman MPU Banda Aceh, dan sejumlah tokoh dan aktifis dayah.
close