-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Cegah Penyakit Jantung secara Usia Muda, Dinkes Aceh Ingatkan Cerdik

Senin, 31 Oktober 2022 | 05.01 WIB | Last Updated 2022-10-31T12:01:25Z

27 Oktober, 2022
Penyakit jantung seringkali diasosiasikan sebagai penyakitnya orang tua. Menjaga Kesehatan Jantung sangat penting di lakukan, apa lagi mengingat tren penyakit jantung dari tahun ketahun sudah mulai menyasar pada usia  yang relatif cukup muda.

Faktor pemicu seseorang bisa lebih awal terkena penyakit jantung karena pola hidup tidak sehat yang di jalani misalnya  makanan cepat saji, rokok dan  jarang olahraga

Data World Heart Federation mencatat penyakit ini sebagai penyakit pembunuh nomor satu di dunia. Penyakit ini seringkali disebut sebagai silent killer karena dapat menyerang secara tiba-tiba.

“Tidak ada kata terlambat untuk melakukan perubahan, memulai sekarang lebih baik daripada tidak pernah memulai sama sekali. Tindakan pencegahan dini adalah perlindungan terbaik terhadap serangan jantung,” kata Dr Seth Martin, Ahli Kardiologi dikutip dari antara.

Menurut Dr Seth Martin, salah satu cara paling ampuh untuk mencegah serangan jantung adalah menjalani gaya hidup sehat, termasuk tidak merokok.”Jika Anda belum pernah merokok, jantung Anda mungkin berada dalam posisi yang lebih sehat dibandingkan seseorang yang merokok,” tambahnya.

Dilansir dari dinkes Aceh, ada bebrpa cara pencegahan penyakit jantung di usia muda yakni Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dilakukan untuk mengendalikan faktor resiko PTM melalui perilaku CERDIK, yaitu Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat seimbang, Istirahat yang cukup, dan Kelola stres.
“Cek kesehatan secara berkala dapat dilakukan melalui Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PTM yang ada di desa/kelurahan dan di Puskesmas. Upaya pengendalian PTM tidak akan berhasil jika hanya dilakukan oleh Dinas Kesehatan tanpa dukungan seluruh jajaran lintas sektor, baik pemerintah, swasta, organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan, bahkan seluruh lapisan masyarakat,”

Lebih lanjut dijelaskan, Setiap warga negara usia 15 tahun sampai 59 tahun mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar dalam bentuk edukasi dan skrining kesehatan di wilayah kerjanya dalam kurun waktu satu tahun. Pelayanan kesehatan usia produktif sesuai standar meliputi edukasi kesehatan termasuk keluarga berencana dan skrining faktor risiko penyakit menular dan penyakit tidak menular.

Pelayanan skrining faktor risiko pada usia produktif adalah skrining yang dilakukan minimal 1 kali dalam setahun untuk penyakit menular dan tidak menular meliputi meliputi  pengukuran tinggi badan, berat badan dan lingkar perut; pengukuran tekanan darah; pemeriksaan gula darah; anamnesa perilaku berisiko; tindak lanjut hasil skrining kesehatan yang meliputi melakukan rujukan jika diperlukan dan memberi penyuluhan kesehatan. (adv)
close