-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

BMA terpilih sebagai juara pertama Road to Festival Ekonomi Syariah

Senin, 27 Juni 2022 | 10.50 WIB | Last Updated 2022-06-27T17:50:47Z
ACEH TENGAH - Baitul Mal Aceh (BMA) terpilih sebagai juara pertama  Road to Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Bank Indonesia (BI) Aceh Tahun 2022 untuk kategori Lembaga ZISWAF Unggulan Provinsi Aceh. Selain mendapatkan piagam, Baitul Mal Aceh juga diberikan hadiah berupa uang penghargaan sebesar Rp15juta. Penobatan pemenang berlangsung Minggu (26/6) sore di lokasi Festival Meurah Silu, Lapangan Meusara Alun, Aceh Tengah. Anggota Badan BMA, Mukhlis Sya'ya yang hadir sebagai presenter mewakili BMA menjelaskan, perlombaan fokus pada program pemberdayaan ekonomi yang dilakukan oleh lembaga pengelola ZISWAF.  Baca Juga Pidie Juara Pertama Popda Aceh XVI 2022 Ada pun program BMA yang dipresentasikan di hadapan juri pada sesi final lomba ini yakni program Gampong Zakat Produktif (GZP) dan Kelompok Usaha Bersama (KUBE).  Baca Juga Kakak-Adik Raih Juara di MTQ ke-38 Aceh Tenggara "Baitul Mal Aceh memiliki sejumlah program yang fokus pada pemberdayaan ekonomi mustahik. Sasaran intervensinya beragam, mulai dari perorangan, kelompok, keluarga, hingga gampong. Pada perlombaan ini yang kami presentasikan adalah program berbasis kelompok atau KUBE dan berbasis gampong atau GZP," sebut Mukhlis. Mukhlis memaparkan, sampel penerima manfaat untuk program KUBE yaitu usaha pembuatan batu jala Kelompok Beudoh Beusare di Punge Blang Cut, Banda Aceh.  "Kelompok Beudoh Beusare mendapatkan modal Rp15 juta dari dana zakat Baitul Mal Aceh tahun 2020. Kelompok ini memberdayakan kurang lebih 10 keluarga. Rata-rata pengrajinnya adalah ibu rumah tangga. Dengan modal ini, jumlah produksi batu jala meningkat. Yang awalnya 10 kilo per produksi menjadi 50 kilo," paparnya. Sementara, mewakili program GZP, mustahik yang dijadikan sampel adalah Usaha Penggemukan Domba di Desa Meunasah Mancang, Pidie Jaya. Mukhlis menyebutkan, desa ini mendapatkan kucuran modal senilai Rp100 juta dari zakat BMA pada tahun 2021.  "Aparatur gampong yang tergabung dalam Baitul Mal Gampong (BMG) bermitra dengan BUMDES untuk mengelola modal tersebut. Mereka membeli 80 ekor domba untuk digemukkan. Keuntungan penjualan dibagikan kepada pengelola usaha dan masyarakat miskin di desa tersebut," ujar Mukhlis.  Dikatakan Mukhlis, program GZP sudah dimulai sejak 2017. Hingga kini, manfaatnya telah sampai kepada masyarakat di 129 gampong di seluruh Aceh. Sedangkan program KUBE baru dimulai pada tahun 2020 dan telah membantu 38 kelompok usaha.  "Tahun 2021 lalu, zakat di BMA yang disalurkan untuk pemberdayaan ekonomi mencapai Rp24,6 miliar. Untuk pengembangan program dan memberdayakan lebih banyak mustahik, tahun ini kita alokasikan porsi pendanaan yang lebih besar dari dana infak," jelas Mukhlis. 

Sumber: AJNN
close